Komoditas Minyak Nabati dan Bahan Kimia Dorong Ekspor Kalbar Capai 221 Juta Dolar AS

PONTIANAK – Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Barat mencatatkan lompatan impresif setelah nilai ekspor daerah ini melonjak tajam hingga 86,13 persen dalam kurun waktu satu bulan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat nilai ekspor pada Agustus 2026 menembus 221,08 juta dolar AS, naik signifikan dibanding perolehan Juli 2026 yang sebesar 118,78 juta dolar AS. Lonjakan besar ini didorong oleh kuatnya permintaan pasar global terhadap komoditas unggulan daerah serta pemulihan volume pengiriman secara agregat.

Sektor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menjadi penopang utama yang mendominasi porsi ekspor Kalimantan Barat. Golongan barang dengan kode HS15 tersebut menyumbang angka terbesar yaitu 97,74 juta dolar AS atau sekitar 44,21 persen dari total ekspor. Di posisi kedua, bahan kimia anorganik (HS28) menyumbang 94,45 juta dolar AS (42,72 persen), diikuti oleh berbagai produk kimia (HS38) bernilai 9,20 juta dolar AS (4,16 persen). Sinergi ketiga komoditas ini menjadi motor utama pergerakan nilai perdagangan internasional Kalbar.

Tiga negara utama menjadi pasar tujuan terluar yang menyerap porsi terbesar komoditas Kalimantan Barat. Malaysia menduduki posisi puncak dengan nilai transaksi 57,82 juta dolar AS (26,15 persen), disusul Mesir sebesar 46,53 juta dolar AS, dan Belanda senilai 37,72 juta dolar AS. Secara kumulatif, ketiga negara mitra ini menyerap 142,07 juta dolar AS atau 64,26 persen dari total ekspor. Pertumbuhan pengiriman ke Belanda bahkan mencatatkan rekor kenaikan paling fantastis, yaitu melonjak hingga 34.190,91 persen dibanding bulan sebelumnya.

Lonjakan ekspor pada Agustus 2026 secara langsung membalikkan posisi neraca perdagangan Kalimantan Barat menjadi surplus sebesar 98,62 juta dolar AS. Kondisi ini berbanding terbalik dengan bulan Juli 2026 yang sempat mengalami defisit 15,10 juta dolar AS. Pembalikan ke zona positif ini dipicu oleh perpaduan antara lonjakan nilai ekspor dan penurunan nilai impor sebesar 8,53 persen (menjadi 122,46 juta dolar AS). Dengan capaian tersebut, akumulasi neraca perdagangan Kalbar sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tetap kokoh mencetak surplus sebesar 634,87 juta dolar AS.

Share with