KUBU RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong pemulihan lahan yang terdampak kebakaran agar kembali produktif dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian maupun perkebunan.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan, upaya pemulihan tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Masyarakat juga perlu mendapat dukungan agar dapat mengolah lahannya tanpa harus menggunakan cara pembakaran.
Menurutnya, salah satu dukungan yang dapat diberikan adalah memfasilitasi penggunaan alat berat untuk membantu masyarakat mengolah lahan.
“Nanti ke depannya bagaimana kita bisa bekerja sama dengan PUPR atau apa, memberikan bantuan kepada masyarakat untuk meminjamkan alat berat, mungkin untuk mengolah lahan ini supaya cepat menjadi lahan pertanian,” ujar Ria Norsan saat meninjau karhutla di Desa Limbung, Rasau Jaya, Kamis (3/9/2026).
Ia menilai, ketika lahan sudah menjadi lahan pertanian atau perkebunan yang produktif, masyarakat akan memiliki kepentingan untuk menjaganya. Sebaliknya, lahan yang tidak dikelola berpotensi kembali dibakar karena pembakaran dianggap lebih cepat dan murah.
“Kalau seandainya kita tidak bantu, mereka akan mengerjakan dengan cara membakar,” katanya.
Selain membantu pengolahan lahan, Norsan juga mendorong penghijauan kembali setelah musim kemarau berakhir.
Ia meminta jajaran lingkungan hidup dan kehutanan menyiapkan bibit untuk ditanam bersama di kawasan yang terdampak.
“Nanti setelah kemarau ini, saya minta dari lingkungan hidup dan kehutanan siapkan bibit. Kita datang ke sini lagi, kita tanam sama-sama, kita hijaukan,” ujarnya.
Menurutnya, pemulihan lahan harus dilakukan bersama dengan masyarakat agar kawasan yang terbakar tidak kembali menjadi lahan yang rawan terbakar.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi lingkungan, tetapi juga membuka kembali peluang masyarakat untuk mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.